Homoelementus: Ketenangan Antara Hitam dan Putih

HOMOELEMENTUS: KETENANGAN ANTARA HITAM DAN PUTIH

karya Nectarpilair

 

Lima tahun lalu, bila ada yang bertanya padaku apa gerangan cita-citaku, maka aku akan menjawab tanpa ragu-ragu: “Aku akan menjadi pahlawan berkekuatan super!”.  Semenjak kecil aku memang sering mengkhayal bahwa suatu hari akan tiba saatnya aku akan punya kekuatan super. Dan saat aku mendapatkannya, aku akan menolong orang-orang di seluruh dunia.

Dan tentu saja, itu semua cuma sebatas khayalan semata. Teknologi di bumi saat ini masih membuatnya mustahil untuk terwujud.

Atau paling tidak, itulah yang aku sangka pada awalnya.

“Selamat datang!”, sapa penjaga di balik meja kasir padaku.

Pintu kaca otomatis bergeser menutup setelah aku berjalan masuk ke mini market ini.

Seorang pemuda berjaket lumayan tebal dengan tudungnya juga dengan celana jeans panjang, aku berjalan menuju rak makanan di mini market itu. Di sana aku mengambil satu bungkus snack kue kering dan satu buah kopi kalengan. Setelahnya, aku langsung berjalan keluar dari sana.

Akan tetapi, sensor di dekat pintu itu berbunyi. *Piiip Piiip Piiip*

“Anu.. Permisi.. Mohon bayar dulu barang belanjaannya di sini.”, tatap heran penjaga kasir itu padaku.

Aku menoleh menatapnya, “Ah, maafkan aku.”

*Grusak-grusak!*

Barang-barang di rak belakang penjaga kasir itu tiba-tiba berjatuhan. Penjaga kasir itu dengan panik mengambil barang-barang yang berjatuhan itu.

Dan saat dia berbalik, aku sudah tidak ada di sana.

Aku berjalan di luar mini market itu sambil meneguk kaleng kopi yang aku ambil tanpa bayar. Aku menghela nafasku dan berpikir, sebaiknya aku tidak datang lagi ke mini market itu dalam waktu dekat.

Saat ini tahun 2112, aku akan berumur 19 tahun. Hanya setengah dari cita-citaku dulu yang terkabul. Sekarang aku sudah mempunyai ‘kekuatan super’, namun yang setengahnya lagi cita-citaku untuk menjadi ‘pahlawan’ sama sekali tidak terkabulkan.

Bila dikenang sekarang, semuanya berlalu bagai mimpi.

Bagaimana aku menjadi aku yang sekarang dalamlima tahun ini.

 

-Desember 2107, Kota kelahiranku di Indonesia-

Aku yang masih duduk di bangku kelas tiga SMP ini masih menjalani keseharianku seperti biasanya. Ke sekolah – belajar – makan – main – pulang – makan – tidur, semua siklus itu terus berulang sampai aku di datangi oleh ‘mereka’.

Orang-orang dari PBB, begitulah mereka memperkenalkan diri padaku. Aku sangat kaget karena organisasi berskala internasional itu datang. Di ruang tamu di rumahku, orang-orang berpakaian formal serba hitam itu berbicara pada ayah dan ibuku.

“Kami membutuhkan anak anda!”

Saat itu, aku tidak begitu mengerti apa-apa. Mereka menginginkan kesediaan agar aku dapat pergi bersama mereka ke luar negeri. Saat itu, tante berjas hitam itu bilang aku mempunyai kesempatan untuk menjadi ‘orang berkekuatan super’. Aku langsung senang tidak memikirkan apa-apa lagi dan memohon kepada orang tuaku untuk diizinkan pergi.

Dan akhirnya aku diizinkan pergi.

 

-Maret 2108, Laboratorium Pengembangan di Selandia Baru-

Hal yang terjadi tidak sesuai seperti yang aku bayangkan. Ruangan besar dengan banyak tabung kaca seukuran peti mati manusia. Ada banyak ilmuan berbaju putih dan juga ada banyak anak-anak berbaju putih pula. Para anak-anak itu ditidurkan di dalam tabung-tabung itu dan banyak kabel yang tersambung pada mereka semua.

Semua, tidak terkecuali aku.

Setelahnya, yang aku alami adalah pengalaman menyakitkan.

Ada banyak kejutan listrik. Aku sudah tidak tahu apa saja yang aku makan dan apa-apa saja yang dimasukkan ke dalam tubuhku.

Aku sudah tidak tahu apa saja yang terjadi dan berapa lama waktu berjalan.

 

-September 2109, Laboratorium pengembangan di Selandia Baru-

Aku seperti merasa terbangun dari sebuah mimpi buruk. Dan saat aku sadari, tubuhku rasanya sudah tidak seperti tubuhku sediakala. Aku seperti merasa terlahirkan kembali, dan segala panca indraku merasakan dunia dengan cara yang berbeda dari sebelumnya.

Para ilmuan itu bergembira. Mereka bilang operasi mereka telah berhasil.

Beberapa minggu ke depannya, aku terus diawasi seperti layaknya pasien dalam masa rehabilitasi. Dan saat itu aku sadar dengan betul, apa yang tidak biasa itu.

Sekujur tubuhku dapat memancarkan gas yang tidak terlihat.

Lebih dari itu, di saat tanganku terpotong, tanganku berubah menjadi gas dan dapat menyatu kembali dengan lenganku. Sama halnya berlaku untuk seluruh tubuhku. Dengan waktu yang cukup lama untuk mengendalikannya, aku dapat berubah menjadi gas transparan dan berubah kembali ke wujud manusiaku sesuka hati.

Saat itu, aku yang seharusnya senang mendapatkan kekuatan spesialku, tidak bisa berpikir demikian. Semuanya terasa hampa dan tanpa makna.Aku merasa seperti boneka yang kosong tanpa hati.

 

-Agustus 2110, Markas Pertahanan Rahasia di Oceania-

Aku menjadi agen pemburu rahasia di bawah organisasi PBB. Dalam selang waktu yang singkat itu aku mempelajari skill dan teknik yang bermacam-macam. Kebanyakan untuk menyelinap, menyusup, memata-matai, manghancurkan, dan membunuh. Semua hal yang dibutuhkan untuk menjalankan misi dan bertahan hidup.

Aku dikirim ke berbagai negara untuk berbagai misi yang kebanyakan isinya adalah membunuh dan mencuri informasi. Aku bahkan tidak ingat kapan aku sudah membunuh untuk pertama kali, dan berapa banyak orang yang sudah aku bunuh.

Kemampuanku meningkat hingga aku bisa mengubah bagian tubuhku menjadi kaca yang keras sebagai belati untuk membunuh dan merusak.Ditambah dengan nature-ku yang dapat berubah menjadi gas transparan membuatku kebal terhadap serangan fisik dan mudah menyusup kemanapun.

Karenanya aku diberi nama sandi: Cristal Gas

Dalam lamanya aku bertugas, aku jadi mengetahui banyak hal yang sebenarya terjadi.

Tentang ‘Project Homogenesis’, sebuah proyek pembuatan ‘Homoelementus’ yakni pengimplementasian elemen khusus kedalam DNA dan struktur manusia hingga menghasilkan makhluk sepertiku.

Tentang banyaknya nyawa yang terbuang dalam ‘Project Homogenesis’ ini.

Tentangkebenaran organisasi yang memerintahku ini bukanlah sepihak dengan PBB. Bahwa organisasi atasanku ini tidak sepenuhnya adalah organisasi dengan tujuanyang ‘baik’.

Tapi aku tidak terlalu peduli. Aku tidak punya keinginan khusus untuk berbuat apapun sekalipun aku tahu. Aku yang bisa membunuh tanpa merasakan apapun ini, sudah melupakan apa yang biasa orang sebut dengan ‘rasa kemanusiaan’.

 

-Sekarang, Kota kelahiranku di Indonesia-

Aku berjalan-jalan di kota yang kecil ini. Lima tahun dari terakhir aku di sini, aku masih farmiliar dengan tempatnya.Tapi aku tidak bisa mengingat bagaimana suasana kota ini dulu. Belum selesai menghabiskan kopi kaleng yang kuminum, ada sesuatu di gang sempit yang menarik perhatianku.

Seorang pemuda seumuran SMP sedang dikelilingi tiga orang yang lebih tua. Dilihat sekilas sepertinya sedang terjadi pemalakan.

“Lepaskan! Jangan ambil dompetku!”, pemuda kecil itu bersikeras menarik dompetnya berebutan dengan pemuda yang lebih tua.

“Kau ini keras kepala sekali!”

Pemuda yang lebih tua menendang perutnya sehingga tangannya terlepas, dan dia terdorong jatuh menabrak tembok. Kini dengan dompet itu di tangannya, dia tersenyum memandang rendah pemuda kecil di hadapannya.

“Hahaha..!!  Yang lemah diam saja sana!”, tawanya diikuti dengan tawa dua orang di sebelahnya.

“Kembalikan!!”

Pemuda kecil itu bangkit kembali dan bersikeras merebutnya kembali walaupun dia hanya menjadi bulan-bulanan yang lainnya. Dia lalu kembali jatuh lagi dan lagi sampai babak belur.

Aku yang berada tidak jauh dari mereka berjalan mendekat.

Dan mereka tampaknya menyadari keberadaanku.

“Hei Paman! Apa maumu!!”, gertak mereka padaku.

Tanpa bicara aku berjalan semakin mendekatinya sampai kira-kira jarak di antara kami tinggal satu setengah meter. Mereka bertigapun merasa terintimidasi tanpa perlu serangan kata-kata.

“Cih! Ayo pergi!”, kata yang di tengah.

“Tunggu! Aku ingin dompetnya..”, kataku tanpa menunggu.

Pemuda itu mundur selangkah dan tangannya menggapai saku dalam jaketnya.

“Jangan sok brengsek!!”

Dengan cepat pemuda itu menusuk dadaku dengan pisau miliknya. Seluruh bagian tajam pisau itu menembus kulitku sampai gagangnya tepat  bersentuhan dengan dadaku. Tusukan yang dalam. Aku memang tidak berniat menghindar. Aku ingin melihat seberapa keberaniannya untuk membunuh.

Selanjutnya, pemuda itu malah takut sendiri dengan yang telah dia lakukan. Apa kata, tidak ada darah yang mengalir keluar. Yang ada hanya gas transparan yang berhamburan keluar, membuat udara di sekitar lukaku tampak terdistorsi seperti udara di atas api.

Aku berkata pada pemuda yang ketakutan itu.

“Kemarikan dompetnya..!”

 

-Januari 2111, Markas Rahasia Uni Quarter di Laut Altantik-

Aku dikirimkan ke markas terpusat ini untuk bergabung dengan tim gabungan khusus.

Yang sebenarnya di balik layar, organisasi atasanku yang dulu sedang terdesak secara politik. Akibatnya aku selaku ‘senjata’ yang mereka punya ini diserah pinjamkan secara terpaksa kepada badan gabungan ini.

Secara rahasia, aku diberikan misi untuk menghabisi tim gabungan ini bila ada kesempatan.

Tim khusus yang katanya akan merekrut para ‘Homoelementus’ terkuat dari penjuru dunia. Saat ini ada delapan ‘Homoelementus’ yang reputasinya terkenal termasuk dengan diriku. Dan dari delapan itu ada satu yang terkenal paling kuat dari semuanya. Dia yang terkuat ini menjadi pusat untuk merekrut yang lain bersamanya.

Homoelementus terkuat di bumi, sang pemimpin tim gabungan, dikenal dengan nama sandi: Flame Body.

Di saat aku baru menginjakkan kaki di markas baru itu, aku langsung diberangkatkan kembali untuk sebuah misi emergensi.Briefing misi dilakukan di dalam pesawat black bird karena sudah tidak ada waktu.Kami diminta untuk terjun ke dalam medan perang melawan teroris di Russia.

Kami, pasukan gabungan yang terbentuk saat ini hanya dua orang: Flame Body dan aku, Cristal Gas. Flame Body hanya terlihat seperti pemuda biasa yang seumuran denganku. Dia menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan denganku, namun aku tidak menggapainya saat itu.

Yang aku pikirkan hanya satu, bagaimana cara membunuhnya.

Sesampainya di medan perang, Flame Body dan aku terjun dari pesawat dengan ketinggian lebih dari 1000 meter tanpa parasut. Setelah cukup dekat dengan tanah, kami berubah ke wujud element kami masing-masing.Flame Body dalam wujud apinya jatuh bebas menghantam pusat persenjataan mereka.

*BLAAAMH!!!*

Dalam sekejap, dalam radius 200 meter semuanya terbakar seperti baru saja terlempari bom molotov raksasa. Ratusan orang dalam pasukan teroris langsung musnah karenanya.

Setelahnya, di saat Flame Body sedang membuat keonaran di luar menarik perhatian yang lainnya, aku pergi, mencari pusat komando mereka dan menghabisi semuanya.

Tidak sampai 20 menit, ruang komando mereka sudah bersimbah darah tidak ada tanda kehidupan. Aku sudah menghabisi mereka semua dengan kedua bilah pisau bening raksasa yang terbuat dari lenganku.

Flame Body dengan wujud manusianya memberitahuku bahwa misi telah selesai.

Saat itu, aku menebasnyasehingga badan ke atas dan perut ke bawahnya terpisah dua.

Dari lukanya keluar lidah api yang menggantikan muncratan darah. Aku menendang badannya agar terlontar jauh dari bagian tubuh yang satunya. Namun, badannya itu memecah menjadi bara api dan kembali menyatu dalam wujud api. Sama sepertiku, Flame Body juga kebal terhadap serangan fisik.

Aku menyilangkan tanganku. Membuat seribu jarum yang menusuk ke segala arah dalam radius 15 meter. Tidak berhenti, aku membuat angin dari tubuhku dan membuat blender gergaji udara dengan serpihan kaca yang tajam dari tubuhku. Aku mencincang tubuhnya sampai sekecil-kecilnya.

*Blaaargh!!*

Flame Body meledak. Membuat api berkobar dalam radius 100 meter. Ledakan itu dibuat atas kehendaknya. Dia lanjut membuat kurungan bola api di sekitar aku dan dia. Tekanan dari panas apinya begitu hebat dan tidak bisa aku tandingi dengan kekuatanku.

Di dalam kurungan api aku tidak bisa kabur, Flame Body kembali ke wujud manusia. Dan dia menatapku tanpa kata-kata.

Sudah jelas siapa yang menang dalam pertarungan ini.

Flame Body melenyapkan kurungan api itu dan berjalan pergi.

Saat itu sepertinya menyadari sesuatu dan berteriak.

“Ikut aku!!”

Dia langsung terbang dalam wujud api dan akupun terbang mengikutinya.

Yang terjadi setelahnya adalah, Flame Body menopang gedung yang hendak runtuh dan menyuruhku untuk menyelamatkan para teroris yang terpetangkap di dalamnya. Karena tidak ada waktu untuk berpikir, aku langsung membuat angin gas raksasa yang menyapu seisi gedung. Dengan merasakan angin sebagai pengganti indra peraba, aku langsung tahu di mana saja orang masih tersisa, dan langsung terbang menyelamatkannya.

Selesai dengan semua itu,Flame Body berbicara padaku sambil tertawa.

“Hahaha..  Namaku adalah Sharkas. Siapa namamu?”

“Aku.. adalah Cristal Gas.”

“Bukan-bukan, yang aku ingin tahu adalah nama aslimu. Siapa namamu?”

“Namaku…”

Aku butuh waktu cukup lama untuk mengingatnya kembali.

“Namaku adalah Farhan..”

Flame Body, Sharkas menjulurkan tangannya padaku sekali lagi sambil tersenyum.

“Aku tidak bisa menyelamatkan mereka semua tanpa bantuanmu. Kekuatanku hanya untuk membakar dan menghancurkan. Tetapi kekuatanmu berbeda. Aku berharap kau mau membantuku agar kita bisa menyelamatkan lebih banyak orang lagi.”

Saat itu aku merasa perasaan yang aneh bergelimpahan di dadaku. Sebuah perasaan yang telah lama tertidur seperti sudah kembali.

Sesosok pahlawan yang aku idam-idamkan dulu, sedang berdiri di hadapanku. Membuatku teringat kembali akan semuanya.

Aku meraih tangannya sambil menangis tanpa bisa kutahan lagi.

 

-Sekarang, Kota kelahiranku di Indonesia-

Tiga orang pemuda itu berlari pergi meninggalkan dompet rampasan mereka. Aku mencabut pisau yang tertancap di dadaku dan melemparkannya ke tempat sampah. Lalu aku memungut dompet yang terjatuh itu.

“Terima kasih Kak! Kakak hebat sekali!”, kata pemuda kecil itu tampak kagum denganku.

“…”

Aku tidak menghiraukannya dan melihat-lihat isi dompet itu. Ada uang 325.000 rupiah dan kartu-kartu. Aku mengambil semua uang yang ada di situ dan melempar dompet itu pada si pemuda kecil.

“!?”, dia sangat terkejut.

Aku berjalan pergi meninggalkannya.

“Tunggu! Kembalikan uangku!”, pemuda kecil itu mengejarku dan memukul-mukul punggungku.

“Aku tidak mau. Memangnya kamu bisa apa?”

“Hah!? Padahal.. padahal kukira kakak orang baik..!”, pemuda kecil itu gemetar seperti sedang mengumpulkan keberaniannya. Lalu dia meledakkan kemarahannya.

“Aku akan merebut kembali uangku!! KEMBALIKAN!!”

Aku berbalik badan dan menendang pemuda kecil itu, membuat tubuhnya terpelanting dan berguling-guling jauh. Walaupun aku menendangnya pelan, agaknya kekuatan tendanganku masih berkali-kali lipat dibandingkan dengan tendangan para pemalak tadi.

“Dengar ya bocah! Dengan sikapmu yang seperti itu harusnya kamu tahu! Kalau aku tidak datang kamu pasti sudah mati konyol dibunuh oleh mereka! Orang yang lemah harus tahu posisi mereka! Jangan ngelunjak!  Anggap saja ini hukuman karena kamu tidak menyayangi nyawamu sendiri. Kalau kau kesal jadilah kuat, baru datang padaku lagi!!”

Setelahnya, aku pergi meninggalkan pemuda kecil itu menggigil memegangi perutnya di gang sempit itu sendirian.

 

-Agustus 2111, Markas Rahasia Uni Quarter di Laut Altantik-

Delapan orang ‘Homoelementus’ terkemuka dengan reputasinya di dunia bawah, kini sudah menjadi satu tim.

Delapan orang itu antara lain:

 

FlameBody, Sharkas

Heavy Smoke, Najra

Cristal Gas, Farhan

Water Liquid, Rosemary

Steel Mercury, Takashi

Living Blood, Glutton

Black Sand, David

Stone Chub, Balqis

 

Sebuah pasukan yang pekerjaannya terbilang ‘kotor’ dengan banyaknya target pembunuhan dan pekerjaan pengganti senjata ini, terasa mempunyai suasana yang berbeda di bawah kepemimpinan Sharkas.

Kami berdelapan diberi julukan The Perfect Eight.

Walau sifat dan latar belakang kami berbeda-beda, hampir tidak ada diskriminasi di antara kami.

Balqis yang katanya adalah ‘Homoelementus’ pertama yang dikatakan berhasil. Kecepatan pemulihannya paling lambat di antara kami. Bahkan beberapa bagian wajah dan tubuhnya  tampak seperti batu karang yang menempel, tidak bisa beregenerasi jadi bentuk manusia sempurna. Namun tidak ada yang terlalu mempedulikannya.

Glutton adalah gadis yang tampak lebih muda beberapa tahun dariku. Katanya dia adalah manusia buatan yang tercipta menjadi ‘Homoelementus’ sejak lahir. Dia selalu tampak tanpa ekspresi dan jarang sekali berbicara ketika bergabung. Namun semakin lama bersama kami, akhirnya dia mulai bisa tertawa sedikit demi sidikit.

Najra adalah orang berstatus pangeran dari negara di Timur Tengah sebelum dia menjadi ‘Homoelementus’. Dan Takashi adalah seorang ilmuan yang berhasil membuat dirinya sendiri menjadi ‘Homoelementus’.  Perbedaan status seperti itu tidak terlalu berbengaruh di kelompok kami.

Dari semua, yang paling menarik perhatianku adalah Rosemary. Bisa dibilang dia adalah orang kedua terkuat di kelompok kami. Tapi bukan itu yang membuatku tertarik.Dia adalah gadis cantik mempesona yang selalu tampak tenang dan anggun. Tapi terkadang dia bisa menjadi sangat jahil dan membuat kami semua tertawa.

Aku pernah menyatakan perasaanku padanya.

Tetapi, perasaanku itu hanya dibalas sebuah kecupan di keningku.

Tentu saja aku yang terus melihatnya juga tahu. Rosemary hanya pernah marah dan begitu terbuka kepada satu orang. Rosemary menyukai Sharkas.Dan aku rasa tidak ada pasangan yang lebih serasi daripada mereka berdua.

Kelompok ini terasa sangat hangat seperti keluarga.

Tidak ada yang menyangka bahwa The Perfect Eight tidak berlangsung sampaisetahun.

 

-November 2111, Markas Rahasia Uni Quarter di Laut Altantik-

Sebuah ledakan besar terjadi. Membuat markas besar satu pulau menjadi hancur lebur. Siapa dan apa penyebab ledakan ini tidak diketahui. Glutton dan David tidak diketemukan jejaknya setelah insiden ini terjadi. Anggota The Perfect Eight kini tinggal enam orang. Markas kami berpindah ke markas di selatan Sri Lanka.

 

-Februari 2112, Pusat Pengembangan Project Psychomonic di Padang Mexico-

Sebuah misi besar diturunkan oleh pihak PBB.  ‘Project Psychomonic’ melangkah keluar kontrol. Ada kabar bahwa mereka membuat mesin mengendali pikiran yang rentang jangkauannya dapat mencapai skala benua. Alat itu dinilai sangat berbahaya dan kami diturunkan untuk menghancurkannya.

Sebenarnya, ‘Project Psychomonic’ dan ‘Project Homogenesis’ adalah dua proyek yang sama-sama bertujuan membuat tahap evolusi berikutnya dari manusia. Kedua proyek ini berjalan pararel satu sama lain dan sama-sama berada di bawah naungan PBB pada awalnya. Hanya saja konsen dari ‘Project Psychomonic’ adalah membuat manusia berkekuatan supra-natural dengan basis kekuatan pikiran.

Kami berenam langsung terjun ke medan pertempuran dan masing-masing dari kami berhadapan dengan manusia berkekuatan supranatural yang tidak terkira. Kemampuan mendistorsi benda fisik, kemampuan teleportasi, membuat tombok tidak terlihat, serta ada yang dapat melihat masa depan dan mengacaukan semua strategi kami.

Kami semua tidak menyangka bahwa misi ini adalah perangkap yang dibuat untuk kami semua.

Water Liquid, Rosemary adalah korban yang pertama. Ia meninggal dalam pertempuran ini. Yang mengejutkan adalah dia mati bukan karena kekuatan supranatural lawan, namun karena sebuah senyawa air racun yang memang dirancangkhusus untuk mematikan Rosemary dengan elemen airnya.

Saat menyadari adanya kejanggalan ini, semuanya sudah terlambat.The Perfect Eight gugur satu demi satu.Pihak kami dan pihak pasukan elit Psyuchomonic mengalami banyak kehilangan.

Mendekati akhir perang, dengan banyak pembicaraan yang non-sense. Pihak The Perfect Eight dan pasukan elit Psychomonic menyadari bahwa kami cuma di-adudombakan oleh pihak PBB. Dan di saat kami semua akhirnya hampir menemukan satu benang lurus, pihak ketiga dari PBB datang mengacaukan segalanya.

Pemimpin kami Flame Body,Sharkasgagal menyelamatkan seorang gadis berkekuatan supra natural. Mereka berdua meninggal dalam perang.

Akhir dari perang, sebuah bom nuklir dijatuhkan memusnahkan satu markas besar di padang itu.

 

-Sekarang, Kota kelahiranku di Indonesia-

Aku berbaring di sebuah atap bangunan sekolah. Aku menghabiskan snack bungkusan kue yang kubawa. Angin di sini terasa menyejukkan di kota yang damai ini. Tanpa perang dan tanpa adanya keributan apapun.

Telepon genggamku berdering, aku mengangkatnya.

‘Satu bulan liburanmu sudah hampir habis. Lusa aku akan menjemputmu di tempat itu.’

“Liburan masih dua hari lagi dan kau repot-repot menelponku? Ada apa David?”

‘… Tidak ada..Bagaimana rasanya perasaanmu setelah pulang kampung?’

“Di sini damai sekali! Aku jadi ingin terus-terusan tidur siang saja di sini. Hahaha..”

‘… Apa kau akan kembali dengan kami?’

“Huh, tentu saja. Kita akan tetap menjalankan tugas kita seperti biasanya.”

‘… Begitu ya.. Aku senang.’

“Sudah-sudah, aku tidak akan kabur. Makanya, biarkan aku menikmati sisa liburanku ini ya.”

‘Baiklah.. *tuut tuut*’

Aku kembali memejamkan mataku untuk menikmati kembali angin dan ketenangan yang ada. Masih ada dua hari. Akumembiarkan diriku terlena dengan kedamaian ini sebentar lagi.

***

 

 

About Klaudiani

A dreamer who dreams to be a writer and a writer who writes her dreams.
This entry was posted in Fantasy Fiesta 2012 and tagged , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Homoelementus: Ketenangan Antara Hitam dan Putih

  1. Xamdiz says:

    Waktu itu sudah komen yah, tapi komen lagi saja yang singkat sekarang.

    Intinya, kalau kamu memang kepikiran cerita yang panjang, jangan dipaksakan dipotong untuk jadi cerpen.

  2. Nectarpilair says:

    Hahaha.. Begitukah? Bagiku ceritanya pendek dan padat kok.
    Oke, pertama. Saya agak malu setelah baca ulang Cristal Gas itu ternyata ejaan yang benernya Crystal Gas. Haha..

    Buat yang mau atau sudah baca, sedikit Quiz:
    Di dalam cerita ada 8 orang Homoelementus yang masuk ke dalam kategori Perfect Element. Yang berarti 8 orang tsb dapat berubah menjadi ‘element’nya secara sempurna sesuka hati. Dan juga kebal serangan fisik karena terpotong” pun bisa kembali seperti semula. Nah..
    -Delapan Homoelementus ternama di dunia itu kekuatannya apa saja hayo?
    Seharusnya seperti apa elementnya mudah ditebak dari namanya saja kok.

    Silahkan jawabannya mau ditulis atau hanya disimpan untuk sendiri~

  3. Ice Chan says:

    Perasaanku aja atau cerita ini sama sekali belum masuk klimaksnya? Konfliknya belum terasa, seakan” SEHARUSNYA masih ada mata badai raksasa yang menanti di masa depan (dan itu baru konflik utama dalam cerita ini). Menurutq ide cerita ini mgkin lebih cocok untuk dijadiin novel drpd cerpen. :|
    Iya sih, mgkin cerita kamu difokuskan hanya ke konflik batin farhan, tapi bakalan keren beudh kalau dijadiin novel fantasi lengkap dengan actionnya! >.^ hehe (maaf, ini cm saran cz aku suka banget sama ide ceritanya. Haha.)
    Boleh tebak? Elemen”nya itu api, air, asap, udara, air, logam, darah, debu, batu. :) mirip one piece, mirip black cat juga. Haha
    3.5 / 5 (y)

  4. Ragna_FMA says:

    [sebelumnya maaf. karena komentar berikut ini pendapat saya pribadi sebagai pembaca. :)]

    konsepnya sangat potensial untuk jadi cerita aksi yang menarik sebenarnya.
    cuma sejumlah adegan aksinya sayang sekali hanya dipaparkan dengan narasi yang kelewat singkat. mengingat karakter2 yang ada memungkinkan munculnya adegan2 pertempuran yang bagus. jadinya serasa kaya baca draft atau kerangka cerita saja.

    tapi karakter tokoh utamanya cukup menarik kok. :D
    salam dari tetangga. 224.

  5. Halow, kunjungan balik dari lapak 244 :D

    Konsepnya menarik banget, dan sangat berpotensi untuk jadi novel. Sayang kelihatannya ini lebih terlihat seperti banyak konflik yang dijadikan satu cerpen sekaligus, sehingga malah ga kerasa ada konflik yang bener-bener greget.

    Oh ya, bagian action kalau terlalu deskriptif juga entah kenapa terasa kurang bumbu action-nya. Ini kayanya kepengaruh juga dari kamu masukin terlalu banyak cerita konflik, sehingga jadi kurang fokus. Sebenarnya menarik banget lho cerita kamu ^^b Semoga kalau jadi novel, gw dikasih tahu ya. Hehe.

    Makasih untuk komentar sebelumnya ya :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>