Labirin Mimpi Anastasia

LABIRIN MIMPI ANASTASIA

karya Wen Ai

Seorang gadis cantik berambut pirang berjalan anggun di atas hamparan karpet merah yang membentangi jalannya. Rambut panjangnya menjuntai lembut membingkai wajah lonjongnya yang kini dihiasi oleh senyum manis yang berseri. Perlahan tapi pasti ia menyusuri hamparan karpet merah itu sambil mengangkat sisi gaunnya. Hatinya saat ini diliputi perasaan penuh kebahagiaan, apalagi saat semua pandangan kini tertuju padanya. Tinggal beberapa langkah lagi. Ya, tinggal beberapa langkah lagi baginya untuk sampai di ujung karpet merah itu, tempat dimana ayahnya sang Raja Romanov menunggunya untuk memasangkan tiara kerajaan diatas kepalanya. Ketika ia sudah hampir sampai, tiba-tiba iris matanya melebar. Matanya terbelalak ditambah dengan raut wajah yang syok seakan telah melihat sesuatu yang mengejutkannya. Semua orang yang ada didalam ruangan itu mulai merasa panik tak terkecuali dengan sang Raja sendiri.

Seketika itu pandangan matanya mengabur. Kini semuanya terlihat gelap. Gadis itu terpejam, tergeletak diatas karpet merah dengan wajah yang menyiratkan kedamaian.

***

Keluarga kerajaan Romanov berkumpul di dalam sebuah kamar dengan nuansa serba peach. Mereka mengelilingi sebuah ranjang yang tertutupi oleh kelambu dengan putus asa. Di ranjang itu telah terbaring sosok cantik seorang putri yang terlelap dengan penuh kedamaian. Putri cantik itu tak pernah terbangun lagi semenjak acara pemasangan mahkota kerajaan 2 tahun silam yang belum sempat berlangsung tepat saat usianya 17 tahun. Ayahnya, Raja Nicholas Romanov begitu cemas dan kebingungan. Selama 2 tahun ia berusaha mencari tabib terkenal dari penjuru negeri untuk membangunkan putrinya namun tak satupun dari mereka ada yang berhasil.Tabib hanya mengatakan kalau putri Anastasia mengidap penyakit langka yang tidak diketahui penyebab maupun cara penyembuhannya.

“Apa yang harus kita lakukan sekarang? Dua tahun sudah kita menunggu terbangunnya Anastasia, tapi sampai sekarang dia tak kunjung membuka matanya,” ungkap Raja kebingungan. Pernyataan kebingungan sang Raja dijawab oleh tangisan dari Ratu.

“Anastasia.. bagaimana jika dia tak pernah terbangun?” kata Ratu sambil terisak. “Putriku yang malang… Padahal dia belum sempat dinobatkan.”

“Lalu bagaimana? Siapa lagi yang bisa kita mintai tolong? Seluruh tabib sudah kita kerahkan untuk membangunkan putri. Apa kau punya usul Penasihat?” kata Raja.

“Saya ingat ada seorang Cenayang sakti yang belum sempat anda panggil kemari. Dia cenayang yang benar-benar terkenal dari negeri Andalus yang berada di seberang samudera,” kata Penasihat kerajaan.

“Kalau begitu tunggu apalagi! Segera utus dia kemari!” Raja memberi perintah.

“Baik Yang Mulia Raja.”

Akhirnya atas titah Raja Romanov, para pengawal segera menjemput sang Cenayang. Akhirnya setelah seminggu mengarungi samudera, sang Cenayang pun sampai di kerajaan Romanov.

“Hormat hamba kepada Yang Mulia,” Cenayang itu membungkuk memberi hormat kepada Raja.

“Kudengar kau adalah Cenayang yang sangat sakti. Jadi kau pasti bisa mengetahui apa yang menyebabkan Putriku tertidur panjang,” kata Raja.

“Boleh saya melihat sang putri terlebih dahulu?” Cenayang itu meminta ijin diikuti oleh anggukan kepala sang Raja.

Raja Romanov mengantar Cenayang itu ke kamar sang Putri. Cenayang itu mendekati putri dan memperhatikannya sambil membetulkan kacamata bulatnya yang terpasang agak miring.

“Putri Anastasia mengalami kejadian yang pernah terjadi 100 tahun yang lalu terhadap leluhur kerajaan Andalus yaitu putri Aurora yang disebut sebagai sindrom putri tidur. Dengan kata lain saat ini jiwanya sedang ‘terpenjara’ di alam mimpi,” Cenayang akhirnya menjelaskan panjang lebar mengenai tidurnya Putri Anastasia.

“Apa maksudnya dengan terpenjara?” Ratu benar-benar syok. “Siapa yang menyebabkan putriku menjadi begini?”

“Hm…” Cenayang itu berpikir. Ia memejamkan matanya berusaha terfokus pada sesuatu. Keningnya berkerut. Namun tiba-tiba ia membuka matanya kembali dengan terkejut.

“Ada apa?” Raja khawatir melihat perubahan ekspresi Cenayang itu.

“Saya tidak bisa melihat siapa yang melakukannya. Orang itu begitu pintar menyembunyikan aura keberadaannya sehingga tak bisa terjamah oleh mata spiritual saya. Tapi saya yakin dia memiliki dendam yang teramat besar terhadap kerajaan ini.”

Pernyataan sang cenayang membuat Raja dan Ratu saling berpandangan khawatir. Mereka merasa kelangsungan Kerajaan Romanov sekarang sedang berada di ujung tanduk.

***

Ditempat yang berbeda, seorang wanita sedang mengamati bola kristalnya dengan geram. Ia berkacak pinggang sambil menggerutu dan tiba-tiba menggebrak meja hingga gelas kaca yang ada di ujung mejanya pecah berkeping-keping. Mata almondnya melebar melihat peristiwa yang tergambar didalam bola kristalnya.

“Kurang ajar! Berani-beraninya dia berusaha menembus perisaiku! Merasa cukup hebat dia rupanya! Tapi sehebat apapun dirimu, kau tidak akan mampu mematahkan mantraku terhadap gadis itu!” gerutu wanita itu kesal. Meskipun ia merasa kesal, namun raut wajahnya menampakkan ketenangan.

Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka. Seorang lelaki muda masuk kedalam ruangan itu tanpa permisi. Lelaki itu berpakaian ala bangsawan dengan rambut hitam yang licin. Mata almondnya sangat mirip dengan wanita itu namun tatapannya amat lembut tanpa ada kebencian. Melihat kedatangan lelaki itu, si wanita merasa panik. Ia cepat-cepat membereskan meja dengan gusar. Tak lupa juga ia tanggalkan jubah hitam yang sedari tadi membungkus tubuhnya yang agak gempal itu hingga terlihatlah sosok wanita itu sebenarnya, seorang lady dengan gaun berjuntai berwarna merah bata berenda hitam ditiap sisi gaunnya.

“Andrean! Sudah ibu bilang berkali-kali untuk mengetuk pintu dulu sebelum masuk!” tegur wanita yang merupakan ibu dari lelaki itu.

“Maaf bu. Aku langsung bergegas kemari begitu mendengar ada kegaduhan di ruangan ini,” kata lelaki yang bernama Andrean itu. “Apa yang ibu lakukan disini? Sudah sejak 2 tahun lalu ibu begitu sering mengurung diri disini tanpa membiarkan aku masuk dan mengetahui apa yang ibu lakukan,”

“Bukan urusanmu. Dan seharusnya kau tidak ikut campur,” ucap ibunya pendek. “Sekarang pergilah! Jangan ganggu ibu lagi seperti tadi. Kali ini ibu memaafkanmu,”

Andrean meninggalkan ibunya dengan perasaan penuh tanda tanya dalam hati. Perilaku ibunya sejak 2 tahun terakhir ia pikir sangat mencurigakan. Seakan-akan ada suatu rahasia yang disembunyikan ibunya di ruangan ini. Tapi apa?. Ia tak pernah punya kesempatan untuk mengetahuinya walaupun hatinya begitu tergelitik akan rasa penasaran. Akhirnya rasa penasaran itu pula lah yang membuatnya menemukan kenyataan yang mengejutkan. Ketika malam tiba saat ia benar-benar yakin ibunya telah tertidur lelap, Andrean masuk kedalam ruangan itu. Perlahan ia berjalan, berusaha agar langkah kakinya tak terdengar. Rupanya ibunya terlampau ceroboh meninggalkan ruangan itu tanpa membereskannya terlebih dahulu. Andrean menemukan sebuah lampu kristal yang menyala, menampilkan sosok keadaan dimana seorang gadis cantik sedang terlelap. Andrean mengenali sosok itu.

“Anastasia? Kenapa ada Anastasia di bola kristal ini?” Andrean heran. “Dan apa-apaan benda-benda ini? Jadi ibuku adalah penyihir?”

Andrean kembali menemukan benda-benda lain. Diatas meja itu terdapat pula sebuah buku mantra tua yang terbuka di sebuah bagian.

“Mantra untuk mengutuk… seseorang?” Andrean benar-benar terkejut sekarang. “Jadi Anastasia tertidur panjang karena mantra ini? Jadi ibu yang melakukannya?”

Andrean benar-benar tak habis pikir kalau ibunya yang melakukan perbuatan sejahat itu. Andrean pun berusaha mengatasi rasa keterkejutannya. Ia kemudian membaca-baca buku itu. Berharap ada cara untuk menolong Anastasia. Di mantra itu rupanya ada penjelasan mengenai kutukan tersebut.

Kutukan King Hades

Yaitu kutukan untuk mengantarkan seseorang pada alam kematian. Orang yang terkena kutukan ini akan terpenjara di alam bawah sadarnya dan tak akan bisa bangun jika orang yang memberi kutukan tidak mencabut kutukan tersebut. Kutukan ini akan membuat orang yang terkena kutukan mati secara perlahan apalagi jika orang yang terkena kutukan telah terlena didalam labirin mimpi yang disuguhkan di alam mimpinya.

Cara mengutuk: Ambil sejumput rambut korban dan setetes darahnya lalu masukkan kedalam gelas kristal berisi air bening. Minumkan air itu pada orang tersebut. Setelah itu ucapkan mantera: “Akan kuantarkan kau ke gerbang ilusi dimana King Hades sang Dewa kematian telah berkehendak. Dengan titah sang Raja, jiwamu akan terkurung abadi dalam labirin mimpi.”

Tambahan: Mungkin sulit untuk mengajak korban kutukan kembali ke alam nyata. Namun satu-satunya cara paling ampuh untuk mencabut kutukan adalah membuat orang tersebut mau bangun dan meninggalkan mimpinya itu.

“Sial… Tidak ada penjelasan yang rinci untuk membangunkan Anastasia!” gerutu Andrean.

Andrean berpikir keras sekarang. Bagaimana cara membuat Anastasia mau kembali ke alam nyata sedangkan dirinya tak bisa menemui Anastasia di alam mimpi? Tiba-tiba ia mendapatkan ide untuk menyusul Anastasia ke alam mimpi. Segera ia cari gelas kristal yang di maksud di dalam buku. Lalu ia potong sejumput rambutnya dan ia lukai dirinya sendiri. Ia masukkan semuanya kedalam gelas kristal berisi air itu. Setelah selesai, ia pun bersiap membacakan mantera.

“Andrean! Apa yang kamu lakukan!” tegur ibu Andrean.

Andrean menoleh kaget kearah ibunya. Cepat-cepat ia sembunyikan ramuannya sementara.

“Jadi kamu sengaja mengintip ruangan pribadiku Andrean?” kata Ibunya sambil menaikkan alis.

“Tak perlu berbasa-basi lagi ibu. Aku sudah tahu semuanya sekarang. Ibu berusaha mencelakai Anastasia dan mengirimnya ke dunia mimpi kan?” ucap Andrean sengit. “Sekarang katakan apa maksud ibu melakukan itu!”

“Ibu tak perlu mengatakan alasannya padamu,” Ibunya hanya tersenyum tipis.

“Jangan bilang ini adalah salah satu skrenario balas dendam yang sudah ibu rancang sejak lama,” kata Andrean muak. “Ibu melakukannya karena ibu marah pada Ratu yang merebut Raja Nicholas, kan?”

Wajah Ibunya langsung merah padam dikarenakan kata-kata Andrean tadi. Kata-kata Andrean tadi rupanya memang tepat sasaran.

“Ya, kau benar! Ibu melakukannya karena dendam. Lalu kau mau apa? Apakah kau akan membela ibumu yang teraniaya ini?” ucap Ibunya dengan nada tinggi. Badannya bergetar menahan gejolak amarah.

“Tapi cara yang ibu lakukan itu salah! Apalagi karena ibu berusaha merenggut nyawa seseorang dan aku sangat menentang itu!” balas Andrean.

“Ibu tahu kau menyukai gadis itu. Tapi sayang sekali tak akan ada yang bisa kau lakukan untuk menolongnya, Andrean!” kata Ibunya puas.

“Ada! Aku punya satu cara,” Andrean tersenyum yakin. “Jika Romeo memiliki cara untuk mati demi Juliet, aku pun punya cara untuk menyelamatkan Anastasia,”

Dikeluarkannya gelas kristal itu lalu cepat-cepat Andrean membacakan mantera sebelum Ibunya berhasil mencegah.

“Akan kuantarkan kau ke gerbang ilusi dimana King Hades sang Dewa kematian telah berkehendak. Dengan titah sang Raja, jiwamu akan terkurung abadi dalam labirin mimpi.”

“Andrean! Jangan lakukan itu! Kau benar-benar sudah gila!” seru Ibunya panik.

Andrean tersenyum tipis memandang kearah ibunya. Lalu ia segera meminum ramuan itu. Perlahan, cairan itu meluncur melewati kerongkongannya. Sebelum ramuan itu habis, Andrean sudah terkulai tak sadarkan diri. Ibu Andrean hanya memandangi putranya itu dengan tatapan kosong.

“Andrean, kau terlalu bodoh untuk mencelakai dirimu sendiri demi gadis itu. Apapun yang kau lakukan, kau tak akan bisa membawanya kembali,” kata wanita itu. Kemudian ia tertawa puas mengingat rencana balas dendamnya telah berhasil.

***

Andrean membuka matanya. Ia telah tiba disuatu tempat yang asing sejauh mata memandang. Apa yang dilihatnya hanyalah lorong-lorong yang tak jelas kemana arahnya menuju. Semuanya gelap tak ada cahaya. Bingung kini melingkupinya. Apakah ini mimpi yang disuguhkan dalam kutukan itu? Lalu harus kemanakah ia sekarang?

“Bagaimana sekarang?” gumamnya pada dirinya sendiri.

Sekarang, Andrean merasa kalau dirinya teramat bodoh. Berlaku so keren untuk menyelamatkan Anastasia padahal dirinya sendiri bisa mati. Dia sama sekali tidak tahu dimana Anastasia berada dan tak tahu apakah mimpi mereka bisa terhubung atau tidak. Akhirnya mau tak mau ia pun mencoba satu per satu menyusuri lorong-lorong gelap itu. Ia masuk ke lorong yang terletak di paling kiri dari tempatnya berada. Awalnya Andrean ragu untuk memasukinya. Ia takut kalau lorong itu akan menyesatkannya. Namun begitu masuk, ia berada di tempat yang lain. Tepatnya ada di halaman istana kerajaan Romanov.

Seorang gadis kecil melintas di depannya. Andrean terkejut. Anak itu mirip sekali dengan Anastasia. Tak lama setelahnya anak laki-laki berlari menyusul gadis kecil itu. Dan Andrean bisa mengenali kalau anak laki-laki itu adalah dirinya. Andrean rupanya berada di masa lalu.

“Anastasia, kemari!” seru Ratu. Anastasia segera berlari menghampiri ibunya. Andrean kecil juga ikut berlari bersamanya. Setelah berada di depan Ratu, ia segera memberi hormat.

“Selamat siang Yang Mulia Ratu,” kata Andrean kecil sambil membungkukkan badan.

“Oh, kau rupanya Andrean. Sudah berapa kali aku katakan, jangan lagi mendekati Anastasia putriku!” Ratu mendelik tajam pada Andrean kecil.

“Kenapa Yang Mulia?” tanya Andrean polos.

“Tentu saja karena kau hanyalah anak selir yang tidak sederajat dengan kami!” jawab Ratu ketus.

“Tapi anda adalah bibi saya. Adik dari ibu!” Andrean kecil menegaskan.

“Sejak ibumu ada di kerajaan ini, kami tak ada ikatan keluarga lagi. Bagiku kalian bukanlah keluargaku. Kau dan ibumu bukanlah bagian dari kami, dan aku akan membuat itu terjadi!”kata Ratu. “Ayo Anastasia! Kita pergi!”

Andrean kecil terpaku karena kata-kata Ratu tadi. Sementara itu, Andrean hanya berdiri mematung melihat kejadian tersebut. Ia kembali merasakan sakit hati yang dulu mencengkeram batinnya. Setelah itu, ia memberanikan diri untuk melangkah. Entah bagaimana ia kembali muncul di tempat awal ia masuk ke labirin mimpi.

Andrean masih tidak mengerti dengan apa yang tadi dilihatnnya. Tadi itu masa lalu milik dirinya ataukah milik Anastasia? Tanpa membuang-buang waktu, Andrean kembali memasuki lorong yang kedua. Begitu ia masuk ke lorong itu lebih dalam, Andrean kembali berada di tempat berbeda. Kali ini ia berada di dalam sebuah ruangan istana dimana terdapat Ratu seorang diri. Ruangan itu agak gelap, dengan diselubungi banyak tirai disana. Terdapat banyak benda-benda aneh di mejanya.

“Hahaha. Akan kubuat kau dilupakan, dibenci, dan dikucilkan oleh semua orang. Enak saja kau memakai cara curang untuk membuat Raja menjadikanmu selir istana!” ucap Ratu sambil mengaduk-aduk sebuah kuali besar yang mendidih. Entah ramuan apa yang ada di dalamnya Andrean tidak tahu.

Kuali itu meletup-letup. Membuat pedaran cahaya merah bagai kembang api tergambar di udara. Ratu kemudian tersenyum puas. Diambilnya sebuah botol kaca kecil dan dimasukannya ramuan itu kedalamnya. Kemudian ia berjalan keluar ruangan dengan tenang tanpa khawatir ada orang yang mengetahui rencananya. Andrean mengikuti Ratu. Ratu berjalan ke arah dapur istana. Ia kemudian memanggil seorang juru masak istana dan menyerahkan ramuan itu. Andrean mengikuti juru masak itu sampai ke ruang makan dimana saat itu telah berkumpul seluruh keluarga kerajaan Romanov termasuk dirinya dan ibunya. Andrean rupanya mengingat kejadian itu. Ia tahu bahwa pada saat itulah dimulainya tragedi pengusiran mereka dari istana. Ketika di tengah jamuan makan siang tiba-tiba ibunya memuntahkan isi perutnya. Dari muntahan itu muncul hewan-hewan kecil yang bergeliatan. Andrean dan ibunya benar-benar kaget saat itu. Anastasia menangis karena takut sementara Raja menatap jijik pada ibu Andrean. Ibu Andrean terus muntah. Raja segera menyuruh pelayan membawa ibu Andrean pergi. Dan akhirnya ibu Andrean diasingkan ke tempat yang jauh bersama dirinya karena setelah hal itu, muncul kudis bernanah yang menggerogoti tubuh ibunya.

“Jadi inilah… yang terjadi… sebenarnya?” Andrean memandang syok kejadian yang tersuguhkan di depan matanya.

Kemudian Ratu yang mengenakan jubah datang bertamu ke tempat pengasingan mereka. Ia tersenyum licik saat memandang ibu Andrean. Andrean kecil saat itu menangis tersedu-sedu.

“Yang Mulia, tolong ampuni ibuku,” ucap Andrean sambil tersedu-sedu.

“Kau kira ibumu bisa di ampuni? Tidak! Dia tak akan bisa kembali ke istana karena penyakitnya menebarkan kutukan bagi kerajaan!” ucap Ratu kejam.

“Aku tahu kau kan yang menyebabkan aku begini Elena?” kata ibu Andrean. “Kau kan yang melakukan cara kotor ini untuk menendangku dan Andrean dari istana?”

“Apa? Cara kotor? Bukankah caramu yang lebih kotor untuk menjadi selir istana?” Ratu tertawa picik. “Jadi pantas bagimu untuk menerima ini,”

“Asal kau tahu ya. Aku tidak pernah sekalipun menggunakan cara kotor untuk menjadi selir istana!” bantah ibu Andrean.

“Ah, terserahlah. Nikmati saja penderitaanmu seumur hidup disini, hahaha.”

Ratu pun pergi dari kediaman mereka. Ibu Andrean menatap Ratu dengan geram.

“Akan kubuat Anastasia menderita! Lihat saja nanti.”

Kemudian Andrean melanjutkan perjalanan ke lorong berikutnya. Kini pemandangan itu memperlihatkan sosok ibunya yang sekarang. Yang sudah sembuh dari mantera Ratu.

“Akhirnya aku bisa juga menguasai mantera leluhur keluargaku dan menyembuhkan diri dari penyakit terkutuk itu. Kini saatnya pembalasan dendam, hahaha,” kata ibu Andrean.

Ibu Andrean pergi dengan mengenakan jubah yang menutupi sekujur tubuhnya ke suatu tempat. Andrean mengikuti ibunya dengan perasaan penuh tanda tanya. Tak lama kemudian, ia sampai di halaman istana. Terlihat Anastasia sedang duduk seorang diri.

“Selamat siang Tuan Putri,” sapa ibu Andrean dengan suara yang dibuat serak. “Kenapa sendirian disini? Bukankah sebenatar lagi acara penobatan anda akan dimulai?”

“Anda siapa? Kenapa orang asing diperbolehkan memasuki istana?” Anastasia sedikit waspada.

“Jangan takut. Saya adalah penjual obat suruhan Yang Mulia Raja. Saya memiliki obat yang ampuh untuk membantu Putri agar tidak tegang menghadapi prosesi penobatan,” kata ibu Andrean.

“Benarkah itu?” Anastasia mulai tertarik.

“Benar. Sekarang ulurkan tangan anda,” ibu Andrean menarik tangan Anastasia paksa. Kemudian ditusukkannya ujung jari Anastasia dengan sebuah jarum perak sampai mengeluarkan darah.

“Aduh!” Anastasia mengernyit kesakitan.

Ibu Andrean mengambil sebuah gelas kaca lalu menampung setetes darah Anastasia. Kemudian ia potong sejumput rambut Anastasia dan memasukan semuanya ke dalam gelas. Terakhir ia menambahkan air kedalam gelas. Baru setelah itu ia mengambil sebuah kain untuk membalut jari Anastasia.

“Sekarang minumlah semuanya dalam sekali teguk,” perintah ibu Andrean sambil menyodorkan gelas itu.

“Anda yakin saya harus meminum ini?” Anastasia ragu.

“Cepat minum!” paksa Ibu Andrean.

Akhirnya mau tak mau Anastasia menurut. Diminumnya semua ramuan itu. Ibu Andrean merasa puas.

“Sekarang masuklah, kau pasti akan berhasil,”

Anastasia pun segera pergi. Ibu Andrean tersenyum tipis.

“Akan kuantarkan kau ke gerbang ilusi dimana King Hades sang Dewa kematian telah berkehendak. Dengan titah sang Raja, jiwamu akan terkurung abadi dalam labirin mimpi,” bisik ibu Andrean.

Andrean terbelalak mendengar mantra itu. Ia langsung berlari masuk kedalam istana menyusul Anastasia.

“Pasti acaranya masih belum di mulai. Aku masih bisa menghentikannnya,” kata Andrean.

Namun begitu masuk, ia sudah mendapati Anastasia tergeletak diatas karpet merah. Ia terlambat.

“Anastasia!” seru Andrean.

Andrean berlari menghampiri Anastasia namun tiba-tiba ia sampai di tempat lain. Kali ini ia sampai di tempat yang serba menakutkan. Dilihatnya Anastasia sedang berada di dalam sangkar besar dengan para tengkorak berjaga didekatnya. Andrean segera berlari untuk menyelamatkan Anastasia tapi langkahnya dihalangi oleh sepasukan tengkorak.

“Andrean!” teriak Anastasia.

“Tenang saja! Aku akan menyelamatkanmu!” seru Andrean.

Segera dicarinya sesuatu untuk melawan tengkorak itu. Ditemukannya sebuah tongkat kayu. Tanpa basa-basi diterjangnya para tengkorak itu. Ia memukul, menendang, dan berusaha menjatuhkan mereka. Andrean akhirnya berhasil. Tanpa membuang waktu, Andrean segera membuka pintu sangkar itu.

“Ayo Anastasia! Kita pergi!” ajak Andrean sambil mengulurkan tangannya.

Anastasia terlihat bahagia karena Andrean menyelamatkannya. Diterimanya uluran tangan itu. Mereka pun berlari bersama, saling berpegangan tangan, menuju ke arah cahaya. Hingga akhirnya Andrean berhasil keluar dari labirin mimpi. Begitu membuka mata, ia masih berada di ruangan rahasia ibunya. Namun yang ia lihat saat ini adalah ibunya yang tergeletak dengan mulut mengeluarkan darah.

“Ibu!” Andrean berlari menghampiri ibunya. Namun, ibunya sudah tiada. Andrean kini hanya bisa tertunduk sedih.                                                                                                                                                               ***

Anastasia mengetahui kenyataan yang sebenarnya mengenai kejahatan ibu Andrean. Namun ia memaafkan ibu Andrean. Sebangunnya Anastasia, pengaruh mantera Ratu yang selama ini mengendalikan Raja dan penduduk kerajaan Romanov pun lenyap. Ratu dipenjara seumur hidup karena hal itu. Dan semua pun berakhir bahagia..

“Bahkan titah Sang Raja pun bisa terbantahkan oleh keberanian sang petualang mimpi. Nyawa dibayar nyawa. Dan kebahagiaan hadir untuk orang yang percaya…”

 

About Villam

Author of Akkadia: Gerbang Sungai Tigris, host & jury of Fantasy Fiesta, webmaster of Kastil Fantasi, storymaster of Estarath, bad dreamer and always a newbie writer
This entry was posted in Fantasy Fiesta 2012 and tagged , , , . Bookmark the permalink.

17 Responses to Labirin Mimpi Anastasia

  1. kholee says:

    Pertamax!

    Pokoknya aku harus pertamax disini, komen nyusul!

    Gudluk lady :D

  2. Wen Ai says:

    makasih komentarnya kholi… dirimu memang orang pertama yang memberikan komentar… tapi apa udah dibaca?

  3. Shelly Fw says:

    Wah, saya suka cerita-cerita yg berbau mimpi ^^

    Saya rasa endingnya terlalu cepat karena Andrean dan Anastasia dapat keluar dari labirin semudah itu. Apa mungkin karena batas maks kata?

    Cheers ^^

    • Wen Ai says:

      hehe makasih udh menyempatkan diri mampir ^^
      Seperti itulah, karena keterbatasan kata jadinya menggantung. Padahal sebenarnya cerita aslinya lebih dari 3000 kata ^_^

  4. risna says:

    Ceritanya sedikit hambar. Judul sama isinya sedikit kurang pas. Menurut aku kalau judulnya Labirin Mimpi Anastasia, harusnya menceritakan petualangan si Anastasia di dalam mimpi itu (seperti kita bermimpi gitu. Ada hal buruknya, dll). Aku pikir tadinya seperti itu. Tapi perkiraanku meleset. Apalagi endingnya yang kurang sreg dan sedikit mengada-ngada. Mungkin karena keterbatasan halaman yang ditentukan.

    Untuk gaya berceritanya aku acungin jempol. Bagus. Semangat ^-^

  5. M.Asa says:

    *Kunjungan balik dari lapak 63 :D*

    Narasi OK, Ide OK.

    Tapi ada beberapa hal yang agak mengganggu:
    1. Disini, dkk—-> seharusnya Di sini, dst.
    2. Setuju dengan komen di atas. Agak kurang sesui dengan judulnya. Isinya gak terlalu menunjukkan tentang labirin. Jika kamu fokusin ke ide tentang labirin dunia mimpinya sepertinya akan lebih bagus.
    3. Dialognya masih agak kaku. Kadang waktu baca dialognya, terasa seperti anak SMP lagi ngapalin dialog untuk drama.
    4. penyelesaian Endingnya terlalu mudah. Mungkin akan lebih baik kalau citra2 kenangan di dalam dunia mimpi lebih diperpendek dan dimanfaatin buat di scene penyelamatan.
    5. Terakhir adalah pertanyaan: Kilasan2 citra di dunia mimpi itu ingatan masa lalu milik siapa?

    Sekian, maaf jika kurang berkenan :)

  6. Wen Ai says:

    @risna: hehe terimaksih sudah komentar… itu memang kesalahan saya dalam pemilihan cerita dan penggambarannya.
    @M asa: hehe tidak apa-apa, namanya juga komentar… terimakasih sudah memberi masukan… saya akui ceritanya masih sangat kurang sekali dalam memenuhi kriteria. Itu ingatan milik andrean sebenarnya. kurang nyambung memang saya akui. Boleh tau kalau kalimat yang kurang pas itu dibagian mana ya? :)

  7. negeri tak pernah-48 says:

    Aku agak bingung di bagian-bagian ini:

    1. Waktu Andrean mengutuk dirinya sendiri, dia sebut mantra, minum, lalu langsung pingsan. Tapi waktu Anastasia yang dikutuk, dia minum dulu, mantra disebut, pingsan setelah waktu berlalu agak lama. Koq efeknya bisa beda ya?

    2. Kenapa ibunya Andrean tiba-tiba mati?

    3. Maksudnya nyawa dibayar nyawa apa? Ibu Andrean kan ga membunuh siapa-siapa? Kalau misalnya dia bayar nyawa Anastasia yang seharusnya mati, kenapa Andrean ga mati juga?

    4. Kutukan itu membuat seseorang terlena dalam labirin mimpi. Terlena berarti lupa segalanya karena hal-hal yang menyenangkan. Ternyata labirinnya ga menyenangkan tuh, mengerikan malah?

    5. Kutukannya sendiri membingungkan. Di awal disebutkan korbannya tak akan bisa bangun kecuali kutukan dicabut. Di tambahan disebutkan cara menolong korban ialah dengan membuatnya mau bangun. Lho?

    Begitulah, sebetulnya konsep cerita ini bagus tapi masih perlu diperbaiki alur dan konsistensinya. EYD dan typo juga bisa diperbaiki dengan sedikit latihan.

    Maaf kalau komennya kepedesan atau kurang berkenan. Terus semangat dan tetep nulis ya :)
    Oya, silakan mampir ke 48 jika berkenan.

  8. fhu. says:

    semangat yaaa.. maaf aku baru datang berkunjung :D

  9. Wen Ai says:

    Halo 48 ^^ makasih sudah datang berkunjung :) ternyata banyak pertanyaan juga yang bisa diajukan … itulah efek dari cerita yang seharusnya panjang malah aku pangkas jadi amat pendek ^_^’. Baiklah aku jawab dulu pertanyaanmu ya ^^

    1. kalau masalah efek yang berbeda itu aq sendiri baru menyadarinya, Lho (?)
    2. Ibu Andrean mati karena nyawa dibayar nyawa, dia yang ingin menyebabkan orang lain mati. Tapi karena tidak berhasil makanya dia sendiri yang mati untuk menggantikan kematian orang yang ingin ia bunuh.
    3. Jawabannya ada di nomor 2 tadi ^_^. Andrean enggak mati karena dia tidak memiliki niat buruk untuk membunuh seseorang. Justru niatnya adalah untuk menolong seseorang. Makanya labirin mimpi itu malah menunjukan jalan ketempat Anastasia berada
    4. Memang mengerikan kalau orang lain selain si korban yang melihat. Tapi dalam penglihatan korbannya justru hal yang mengerikan itu malah menjadi indah… Anastasia justru melihat kalau dilabirin itu orang-orang yang ia temui sama seperti di kerajaan tempatnya berada.
    5. Rupanya aq kurang jelas memaparkannya ya? memang si korban tidak bisa selamat kecuali kutukan dicabut. Tapi ada satu cara lain selain itu untuk membangunkan korban yang terkena kutukan yaitu dengan mengajaknya keluar dari labirin mimpi.

    Terimaksih banyak atas komentarnya ^^ Aq pasti berkunjung juga ke ceritamu ^^

    @Fhu: terimakasih sudah berkunjung ^^ Ada komentar?

  10. Alexander Blue says:

    Salam kenal yah Wen Ai :D

    Honestly. nyaris semua pertanyaan yang mau gw tanyakan sudah ada yang tanya di komentar-komentar sebelumnya, jadi gw batal nanya-nanya. Hehe. Mungkin intinya adalah batas 3000 kata ini sedikit menyulitkan dalam membuat ceritamu menjadi lebih jelas ya?

    Di luar itu, gw suka kok sama ide cerita dan cara penulisannya. Rapih banget, dan enak untuk dibaca dari awal sampai akhir. Yang sedikit mengganggu memang typo kata depan sih (disana harusnya di sana).

    Kalau sempat silakan mampir ke lapak 244 ya :D makasih.

    • Wen Ai says:

      Hai Alex ^^ terimakasih sudah menyempatkan diri untuk berkunjung ….
      begitulah, seperti yang sudah diriku jelaskan di komentar sebelumnya, sebenarnya ini cerita amat panjang. Namun dengan berat hati harus aku pangkas menjadi lebih pendek…
      Kalau ada waktu justru aku ingin membuat versi novel nya :)
      hehe typo ya… aku memang tidak bisa mengelak dalam hal itu ,hehe
      tunggu aku berkunjung ke tempatmu ya :)

  11. Fapurawan says:

    Penulisannya belum lancar, hayo diasah terus ya, supaya feelnya terasa. Ada ketakutan, ada penasaran, ada kegembiraan, itu harus bisa dieksplorasi jadi narasi yang mantap.

    Permusuhan di balik layar antara ibunya Anastasia vs ibunya Andrean,… Hahahaha itu twist yang seru. Kebayang nggak kakak-adik yang ternyata sama-sama penyihir. :)

    Endingnya agak terlalu forgiving. Anastasia ‘mengampuni’ almarhum bibi-selir, dan merelakan permaisuri masuk penjara? Minimal harusnya dia konflik berat, hehehe. Terus si Anas gak jadian dengan Andrean khan? Kan mereka sepupu dan bersaudara tiri (sama-sama anak Raja, khan?)

    Sukses.

    • Wen Ai says:

      Fapurawan terimakasih sudah mampir ^^ Cerita mu nomor berapa? mungkin aku bisa mampir :)

      hehe justru itu karena sebenarnya cerita ini panjaang sekali dan dengan terpaksa harus aku pangkas jadi lebih pendek jadinya menggantung begini dan jadi mandeg juga mendatangkan banyak pertanyaan untuk pembaca… sebenarnya ada bagian lain yang aku hilangkan di cerita yang sebenarnya cukup membuat cerita ini mencekam, hehe
      pertanyaan antara Anastasia dan Andrean… maunya sih aku buat mereka jadian, tapinya karena mereka saudara tiri jadi aku tidak bisa membuatnya seperti itu ^^

  12. gurugumawaru gurugumawaru says:

    Romanov!! Finally!!! *nari cosack*

    *ehem*

    Baiklah. Menurut saya, cerita ini bagus di awal, tapi makin ke belakang entah kenapa bagi saya makin… aneh? Oke, saya mulai ngerasa aneh di..:

    1. waktu penasihat ngasih tau ada cenayang hebat di Andalus, setelah 2 taun mereka mati-matian berusaha nyembuhin Anastasia. Well, ini antara penasihatnya nge-troll-in sang raja, atau dia penasihat baru (atau magang) yang ga tau kalo mereka udah berusaha 2 taun cari penyembuhan buar anastasia.

    2. sama juga waktu Andrean ‘ngebuka paksa’ pintu ruangan rahasia ibunya. itu baru dia lakukan setelah 2 taun? dan ibunya bener-bener penyihir ceroboh kalo dia ngeguna-guna orang tapi ruangannya ga dikunci = =;

    dan saya agak senyum-senyum sendii sih ngebayangin Tsarina Alexandria yang manis dan lembut itu ngaduk-ngaduk panci ramuan. Eh, ternyata bukan Tsarina Alexandria ya ratunya? :D

    Saya sempet mikir kalo penjahatnya itu Rasputin lho! ^^

    3 out of 5 buat saya ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>