Misteri Pembunuhan di Rumah Tua

MISTERI PEMBUNUHAN DI RUMAH TUA

karya Awan

Pagi itu Cloud terbangun karena jam wekernya berbunyi nyaring di meja kerjanya. Dia yang tertidur di meja kerjanya langsung mematikan weker dan melihat jam menunjukkan pukul 7 pagi. Dia terdiam sejenak dan berpikir “mimpi apa aku semalam, seorang wanita muncul di hadapanku dengan air mata yang menetes di pipinya, apakah ada hubungannya dengan ini!!!” Cloud memandang kearah map file yang berisi kasus tentang pembunuhan di rumah tua yang menjadi sebuah misteri.

Dia segera bergegas untuk berangkat ke kantornya yang berada tidak jauh dari pusat kota. Dia membawa barang – barang yang akan diselidiki di kantor bersama rekan – rekannya.

Cloud adalah seorang detektif ternama yang telah memecahkan banyak kasus besar. Salah satu  kasus terbesar yang telah dipecahkannya adalah kasus mafia internasional yang menyelundupkan 4 ton ganja yang rencananya akan dibawa ke amerika latin.

Cloud termasuk laki – laki pendiam dan lebih tertarik kepada hal – hal yang berhubungan dengan kasus besar dibandingkan memikirkan yang lainnya. Dia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang biasa. Dia dijuluki ‘si mata naga’ oleh rekan – rekannya karena dia dapat melihat masa depan. Saat dia memecahkan kasus penyelundupan ganja, dia dapat memecahkan kasus dengan mudahnya setelah mendapatkan beberapa bukti dan mengungkapkannya lengkap dengan apa yang terjadi selanjutnya kepada rekan – rekannya agar bergerak terlebih dahulu sebelum apa yang dilakukan para mafia tersebut.

Pagi itu Cloud berangkat ke kantornya dengan membawa satu buah map file berwarna biru tua yang bertuliskan kasus pembunuhan rumat tua. Cloud segera mengumpulkan rekan – rekannya untuk membantu dalam menghadapi kasus ini. Yang pertama adalah Sam. Dia bekerja di bagian peneliti sidik jari.

Kemudian ada Nina. Dia bertugas sebagai penyelidik kedua setelah Cloud. Dan yang terakhir adalah Lee, dia bertugas di bagian komputerisasi. Cloud mengumpulkan mereka di meja rapat dan menyerahkan map file biru tua itu kepada rekan – rekannya. Cloud berkata “Kawan – kawan, kita sekarang akan membahas kasus baru yaitu pembunuhan yang terjadi beberapa hari lalu di sebuah rumah tua yang berada tidak jauh dari pusat kota, korbannya adalah seorang wanita yang bernama Jessie, menurut penyelidikan yang telah dilakukan mayat Jessie tidak ditemukan di rumah tersebut, dan anehya lagi keluarga Jessie selalu menerima surat yang sama, bertuliskan bahwa Jessie menginginkan rumah tersebut agar tidak dirubuhkan untuk pembangunan sebuah pusat perbelanjaan”. Sambil Cloud memberikan secarik amlop yang bersegelkan lencana yang bertuliskan DS kepada rekan – rekannya, Nina berkata “Apakah benar surat ini ditulis sendiri oleh Jessie?, padahal jessie sendiri sudah meninggal”.

Kemudian Cloud menerangkan kembali “di belakang surat tersebut terdapat tanda tangan Jessie dan tanggal pengiriman surat yang selalu berubah – ubah. Sam, coba kau selidiki tanda tangan di setiap surat ini dengan tanda tangan Jessie yang aku dapatkan dari buku harian Jessie”.

Kemudian sam membawa kedua barang tersebut ke meja kerjanya untuk diselidiki. Cloud pun melanjutkan pembicaraanya “menurut informasi yang aku dapatkan, lencana yang berada di amlop tersebut merupakan lambang dari perusahaan ayahnya yang hanya dimiliki oleh anak dari keluarga tersebut. Menurut saksi mata, Jessie dibunuh oleh seorang laki – laki di kamarnya sendiri. Setelah kamarnya diperiksa oleh polisi, tidak ada bekas daripada pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka dan tidak ditemukan tanda – tanda mayat Jessie berada di tempat kejadian.” Kemudian lee melanjutkan “lalu, apakah tidak ada orang lain yang mengetahui bahwa Jessie dibunuh ?”.

Cloud melanjutkan “Jessie hidup di rumah tersebut bersama dengan dua orang pembantunya, salah satu pembantunya mati setelah menolong Jessie, dan yang satunya lagi kemungkinan masih hidup. Yang kita bisa cari tahu informasinya saat ini hanya dari pembantunya yang masih hidup.” Kemudian sam kembali dengan hasil penyelidikan tanda tangan Jessie “tanda tangan ini 98% keasliannya, dan setelah aku teliti kembali, penulisan tanda tangan disetiap tanggal surat – surat ini semuanya baru”.

Nina menimpalinya, “Ya, kemungkinan besar Jessie belum mati. Dan orang yang dilihat oleh saksi sedang membunuh Jessie adalah pengalih perhatian agar seakan – akan Jessie dibunuh dan keluarganya sadar bahwa arwah Jessie masih bergentayangan dirumah itu menginginkan agar rumah tersebut tidak dirubuhkan”.

Cloud pun menyanggah pendapat Nina “tidak, menurutku apa yang dilihat saksi semuanya benar, karena aku menemukan diary ini dengan bagian akhir yang tidak selesai ditambah dengan banyak bekas coretan bolpoin yang cukup dalam. Ini berarti, dia ingin memberikan petunjuk pada kita melalui bunga mawar tersebut ditambah dengan lencana yang selalu dia selipkan didalam surat – surat yang diberikan untuk keluarganya”.

Ada keheningan panjang setelah Cloud mengakhiri pembicaraanya. Kemudian Cloud berbicara ditengah keheningan tersebut “besok pagi, kita berkumpul disini untuk berangkat menuju TKP”.

Mereka kemudian diberikan tugas masing – masing. Sam bertugas untuk menyelidiki sebab daripada kematian jessie dan mayatnya yang tidak ditemukan. Nina bertugas mengumpulkan informasi dari lingkungan sekitar. Dan lee bertugas untuk mencari informasi tentang jessie selengkap lengkapnya. Sesampainya di rumah, cloud langsung duduk di depan meja kerjanya, membuka map file tersebut dan berfikir bagaimana mayat Jessie tidak bisa ditemukan di rumah tersebut.

Cloud mengumpulkan bukti demi bukti untuk disatukan menjadi sebuah petunjuk agar mengetahui dimana mayat Jessie berada dan mengetahui siapa yang telah membunuh Jessie beserta motif daripada pembunuhannya. Saat dia sedang memandangi foto Jessie, tiba – tiba seorang wanita muncul dan tersenyum di hadapannya dan menghilang. Cloud hanya terdiam setelah melihat wanita yang tiba – tiba menghilang dari hadapannya. Dia melihat foto Jessie setelah melihat wanita yang tiba – tiba menghilang di hadapannya.

Karena Cloud bisa melihat arwah dengan mata kanannya, dia memanggil wanita tersebut “Siapa kau, yang barusan muncul d hadapanku!, keluarlah sekarang!!” Cloud sedikit menggeretak. Wanita itupun muncul kembali di hadapannnya. “Ternyata kau bukanlah manusia biasa, kau bisa melihatku dengan keadaanku yang sekarang menjadi arwah” wanita itu tersenyum kearah Cloud. “Aku mengirimkan sesuatu untukmu, tunggulah beberapa saat lagi” wanita itu berbalik dan mengilang

Cloud hanya bisa terdiam saat wanita itu mengatakan hal itu. Sampai akhirnya pada tengah malam bel rumahnya berbunyi. Saat Cloud membuka pintunya, tidak ada orang diluar, yang ada hanyalah secarik surat yang ditinggalkan di bawah pintu dengan lencana DS sebagai penutupnya, sama seperti surat yang diterima oleh keluarga Jessie. Cloud membuka surat tersebut dan membacanya di meja kerjanya. Surat tersebut berisikan

 

 

 

 

 

Untuk sang detektif

 

Cloud Dimitrian

Sudah kuduga, bahwa kau bukanlah detektif biasa. Kau punya mata yang dapat melihat masa depan. Dengan datangnya surat ini surat ini, aku akan memberikan petunjuk kepadamu. Di dalam surat ini, aku akan memberitahu dimana pembantuku yang satunya lagi. Dia sekarang berada di sebuah tempat dimana banyak menjual bunga yang kusuka  di sudut kota. Dia adalah penjual bunga yang sangat santun dan ramah dibandingkan penjual – penjual yang lainnya. Kau akan mendapatkan informasi darinya. Aku tunggu perkembangan selanjutnya darimu.

 

Sekian

 

 

Jessie Lineheart

 

 

 

 

 

Setelah Cloud membaca suratnya, ternyata orang yang dia lihat barusan adalah rawah Jessie. Dia menemukan secarik kertas kecil yang berada terselip di dalam surat yang ditulis, ternyata itu sebuah syair yang isinya seperti ini :

Saat aku berdiri terdiam, aku merasakan sebuah perasaan yang sangat sulit tergambarkan. Kemarahan yang agung membuatku tidak berdaya menghadapainya. Dengan kekuatan abadi dari sebuah cinta, kemarahan tersebut diubahnya menjadi sebuah benda yang begitu indah dan menjadi lambang cinta yang abadi. Dan saat itupun kutinggalkan semua itu ditempat dimana semua perasaanku kucurahkan.

Setelah Cloud membaca secarik kertas dan surat yang ditulis, dia tiba – tiba teringat dengan buku diary Jessie dan setangkai bunga mawar yang ditinggalkan. Ternyata kedua hal itu berhubungan dengan kasus pembunuhan Jessie. Ini menjelaskan tentang bunga mawar yang dia selipkan di bagian akhir tulisan diarynya. ”Apakah pembantunya adalah wanita penjual bunga mawar ?”, tanya Cloud dalam hati.

Keesokan harinya, Cloud pergi ke sebuah toko bunga yang berada di sudut kota seperti yang dikatakan surat Jessie. Dan akhirnya, berhentilah Cloud di depan toko bunga yang bertuliskan Dream Rose.

Ternyata toko bunga tersebut sangat ramai dengan para pembeli. Cloud cukup kesulitan untuk mengenali pembantu Jessie. Saat itu ada seorang wanita paruh baya mendekatinya dan berkata “Tuan, apakah ada yang bisa saya bantu ?” sambil membawa setangkai bunga mawar di tangannya.

Senyum wanita itu terlihat sangat manis dan dengan sangat ramahnya berbicara dengannya saat itu. Cloud menebak bahwa wanita inilah yang dimaksud Jessie. Kemudian Cloud menunjukkan lencana DS yang sedari tadi dia bawa kepada wanita tersebut sambil bertanya “Apakah nona mengenal lencana ini ?”.

Wanita itu terdiam sejenak setelah Cloud menunjukkan lencana DS tersebut. Wanita itu bertanya “Darimana tuan mendapatkan lencana ini ?” kemudian Cloud menjawab, “aku mendapatkan lencana ini dari orang yang menuliskan surat ini kepadaku (Sambil menunjukkan surat yang ditulis oleh Jessie), katanya aku harus menemui wanita yang berjualan bunga yang bercirikan bahwa dia sangat sopan dalam melayani konsumennya, Apakah orang itu adalah anda ?” Tanya cloud kepada wanita tersebut.

Wanita itupun mejawab menjawab “ha…ha…ha… tuan sangat pandai bercanda ternyata, bagaimana tuan bisa mengira bahwa orang itu adalah saya, bahkan saya belum memperkenalkan diri pada tuan,” wanita itu tertawa sambil menutupi mulutnya.

Cloud menjawab sambil tersenyum manis “mudah saja, pertama, kedai ini bernamakan Dream Rose, sama dengan singkatan dari lencana ini, karena tidak mungkin ada orang lain yang menggunakan nama sebuah perusahaan besar di kedainya selain kedai ini milik keluarga, yang kedua, diantara semua pelayan – pelayan yang lainnya, anda yang berani menghampiri konsumen dengan sangat ramahnya, berbeda sekali dengan orang yang berada di sana (Sambil menunjuk pelayan – pelayang yang saling mendorong untuk melayani konsumennya), dan yang terakhir, tulisan DS yang terukir di anting anda adalah bukti besar bahwa anda adalah salah satu keluarga Jessie. Apakah analisaku ada yang salah ?”.

Wanita itu terdian setelah mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Cloud. “Wah…wah…wah… baru kali ini aku menemukan orang yang tampan dan cerdas sepertimu tuan, semua yang anda katakan 100% benar, aku adalah pembantu nona Jessie, kalau begitu, bagaimana kalau kita bicarakan di rumahku saja, rumahku berada di belakang kedai ini.

Setelah sampai, wanita itu menyiapkan teh untuk cloud yang menunggu di ruang tamu, wanita itupun duduk setelah meletakkan 2 cangkir teh di meja, wanita itu mulai bercerita “Nona Jessie adalah anak wanita terakhir dari keluarga Josh,Tuan Josh adalah pendiri perusahaan DS yang paling terkenal di kota ini, Dan semua kakaknya sekarang berada di jerman, perancis dan london. Nona Jessie sangat senang sekali membuat patung, Dan patung terakhir yang nona jessie buat pernah dibanderol oleh orang rusia seharga 300 ribu US dollar.

Tetapi karena sesuatu hal, Nona Jessie tidak ingin menjual patung tersebut kepada orang rusia itu dan akhirnya dia menyembunyikan patung tersebut di rumah tua tempat dimana Nona Jessie meninggal. Rumah itu adalah tempat dimana nona Jessie membuat patung dan karya seni pahatan lainnya. Kemudian orang rusia itupun marah dan pergi ketempat dimana nona Jessie membuat patung dan berencana untuk membunuhnya karena orang itu tahu, di dalam patung tersebut tersimpan dokumen rahasia perusahaan DS yang sangat dia inginkan sejak dulu.

Ternyata nona Jessie tahu jika orang rusia itu menginginkan patungnya secara suka maupun tidak suka. Nona Jessie pun menyembunyikan patung tersebut di suatu tempat di rumah itu yang tidak ada satu orangpun tahu dimana dia menyembunyikannya termasuk keluarganya sendiri. Dan setelah orang rusia itu datang dan tidak mendapatkan apa yang dia inginkan, orang itupun membunuh nona Jessie dengan menggunakan batang bunga mawar yang sebelumnya digunakan untuk menghias patungnya beserta salah satu temanku”.

Cloud pun bertanya kepada wanita itu “lantas siapa yang mengirimkan surat ini jika Jessie benar – benar sudah meninggal ?” sambil menunjukkan semua surat yang ditemikan Cloud.

Diapun terdiam sebentar dan pergi ke kamarnya untuk mengambil sesuatu. Setalah mengambil surat itu, dia berkata pada Cloud “akupun mendapatkan surat yang sama denganmu (Sambil menunjukkan surat yang berlencana DS, sama seperti yang dipegang Cloud) tapi surat ini ditulis sebelum Nona Jessie meninggal.

Dia berkata padaku “Suatu hari, aka ada orang yang menginginkan patungku secara suka maupun tidak suka. Dan saat aku tidak ada nanti, patung itu akan terancam keberadaannya,suatu hari nanti, akan datang seorang pemuda tampan dan cerdas yang akan membantuku memecahkan semua ini. Dan saat itu, serahkan surat ini kepadanya untuk membantunya memecahkan masalahku dengan keluargaku. Aku percaya, dia akan sangat menolong”. Wanita itu menyerahkan surat itu kepada Cloud. Dia membuka suratnya yang bertuliskan :

Ketika sang athena menunjuk kearah mata angin, akan ada banyak orang yang gelisah di sana, potret daripada kehidupan yang diiringi rasa takut akan menuntunmu ke tempat dimana putri cantik yang membawa kebahagiaan berada di sana, saat kau telah menemukannya, bacalah pesan yang dititipkan sang dewi kepadamu.

Setelah Cloud membacanya dia mohon pamit karena dia telah ditunggu oleh kawan – kawannya di rumah tua tersebut demi memecahkan kasusnya lebih lanjut.

Sam menyelidiki tentang bagaimana kematian Jessie terjadi. “Tersangka menggunakan tangkai bunga mawar yang cukup panjang untuk membunuh Jessie” ujar sam. “Bagaimana dengan mayatnya ?” Tanya Cloud.

Sam hanya bisa terdiam dan menghela nafas. Lalu Lee memberikan laporannya bahwa menurut informasi yang dia terima, rumah dihadiahi oleh seorang mafia yang berasal dari amerika latin. Dan dibeli sekitar satu tahun yang lalu dengan nama pemilik Mark winzczeny.

Setelah mendengar nama tersebut, Cloud seperti tidak asing dengan nama itu, Untuk mengusir rasa penasarannya dia bertanya kepada Sam.

“Sam, apakah kau menyimpan data identitas tersangka yang terlibat didalam penyelundupan ganja yang akan dibawa ke amerika latin yang terjadi tahun lalu ?”. Lalu sam menjawab “Ada, aku selalu membawanya, ini dia!”

Kemudian Cloud mencoba berpikir dan mengingat saat dimana dia menangkap Mark di sebuah pelabuhan. Cloud mencoba mengingat kejadian itu satu demi satu, Dengan mata naganya, akhirnya dia mengingat bahwa Mark mengenakan sebuah lencana di sebelah kanan yang secara tidak sengaja terjatuh kemudian Cloud memungutnya dan menaruhnya di saku belakang celana yang di gunakan hari ini sama seperti saat kejadian tersebut.

Setelah seharian mengumpulkan informasi tentang misteri rumah tua tersebut. Cloud beristirahat di balkon rumahnya.

Tak lama kemudian, arwah Jessie muncul lagi di hadapan Cloud dan berkata “kau dapat menebak semua teka – tekiku dengan mudahnya, kau memang bukanlah detektif biasa, aku punya pesan untukmu yang kutinggalkan di depan rumahmu” dan Jessie menghilang tanpa sepatah katapun Cloud menjawabnya.

Tidak beberapa lama kemudian suara bel dari pintu rumahnya berbunyi tiga kali.  Terdapat secarik surat yang sama berlogokan DS. Cloud langsung masuk kedalam dan membaca surat tersebut yang isinya adalah

Sepertinya kau telah menemukan cukup banyak bukti, kau kutunggu di rumahku jam 7 pagi. Kalau kau ingin misteri ini terpecahkan, datanglah tanpa membawa rekan – rekanmu ke rumahku. Aku tunggu.

Keesokan harinya Cloud pergi ke rumah tua tersebut sendirian sesuai dengan perintah dari surat Jessie dengan membawa semua petunjuk yang diberikan Jessie padanya. Setelah sampai di depan pintunya, dia mengetuk pintunya sebanyak 3 kali. Tiba – tiba pintu tersebut terbuka sendiri dan dia langsung masuk ke rumah tersebut.

Di hadapan Cloud muncullah Jessie dengan memakai gaun malam yang memiliki banyak motif “Akhirnya kau datang juga, Cloud Dimitrian!!!” Jessie menghampirinya dengan perlahan.

Cloud berkata dengan tegas pada Jessie “Apa yang kau inginkan sebenarnya dariku dan kasus ini, mengapa kau selalu mengirimkan surat – surat yang menyatakan kau tidak menginginkan rumah ini dibongkar pada semua keluargamu?”.

Jessie menjawab dengan tertunduk dan tersenyum pada Cloud “Karena aku benci pada keluargaku yang terlalu serakah dan tamak. Apalagi ayahku, dia selalu memikirkan pekerjaanya dibandingkan aku anaknya sendiri.”

Jessie melanjutkan sambil mendekat pada Cloud dan memegang pundaknya “aku mengundangmu ke rumahku, datang dengan seorang diri, karena aku ingin mengungkapkan perasaanku kepadamu, Aku mencintaimu Cloud Dimitrian!!”.

Cloud kemudian bicara dengan nada perlahan ke telinga Jessie “kita tidak mungkin bersama Jessie, kau ada di dunia yang berbeda denganku, kau telah mati. Seharusnya saat ini kau tenang di alam sana, bukannya merayu seorang detektif. Apakah kau selalu melakukan hal ini pada semua detektif yang datang kemari?”.

Jessie memeluk Cloud dan berkata “Aku mengenalmu sejak kau menjadi detektif, aku sering melihatmu di televisi dan surat kabar. Kau adalah pria yang kharismatik. Aku sadar bahwa kita saat ini berada di dunia yang berbeda. Impianku untuk bersamamu telah sirna 2 tahun yang lalu sejak kematianku terjadi di rumah ini. Tapi, aku punya satu permintaan”.

Cloud berkata pada Jessie sambil terus memeluknya “aku juga punya satu permintaan untukmu Jessie”. Jessie terkejut mendengarnya dan berkata “Apa itu?”. “Sebenarnya, siapakah Mark Winscenzy” tanya Cloud.

Jessie melepaskan pelukannya dengan perlahan dan berkata pada Cloud “dia adalah kakak tiriku. Dialah, kakak yang paling baik dan selalu memperhatikanku. Juga, dialah yang membelikan rumah ini untukku. Aku sangat sayang padanya. Sampai akhirnya kau memenjarakannya”, raut muka Jessie semakin sedih.

Cloud bisa merasakan kesedihan Jessie, karena di dalam mata naga Cloud terlihat bahwa hampir tidak ada kebahagiaan di hidup Jessie, “Aku dapat merasakan kesedihan yang mendalam yang telah kau alami selama hidupmu ini, aku memenjarakannya karena dia terlibat dalam kasus penyelundupan ganja yang dilakukan oleh mafia dunia, bukan karena hal yang lain”.

Jessie terdiam sejenak sambil menitihkan air mata “kau memang tidak salah Cloud, kau telah menjalankan tugasmu dengan baik. Kakakku memang telah terhasut oleh para mafia akibat keuntungan yang berlimpah telah dijanjikan”.

Ada keheningan sejenak setelah Jessie mengatakan hal yang demikian. Cloud berkata dalam hati “Sungguh kesepiannya orang ini, tak ada kebahagiaan yang hadir dalam hidupnya, yang dia punya satu – satunya adalah kakaknya yang saat ini telah dipenjara. Aku sangat menyesal dengan hal ini”.

Jessie kemudian berkata pada Cloud “Sudahlah, kau tidak bersalah. Kakakku-lah yang terlalu tamak sehingga dia merasakan ketamakannya sendiri. Aku punya satu keinginan yang sudah lama tidak bisa aku penuhi Cloud!!”.

“Apa itu?” tanya Cloud

“Di dalam rumah ini tersimpan dokumen yang berisi seluruh harta kekuasaan ayahku, aku menyimpannya di patungku agar tidak ada yang mengira bahwa aku meletakkannya di sana. Aku ingin kau menyerahkan dokumen ini ke pengacara keluarga kami dan mengubah isinya untuk membagi sebagian harta keluargaku pada panti asuhan yang berada di kota ini” jelas Jessie.

Cloud kaget mendengar apa yang diinginkan Jessie “Mengapa kau melakukan ini Jessie?”. Jessie menjelaskannya pada Cloud “itulah satu – satunya cara agar tidak terjadi ketamakan di keluargaku lagi. Aku tudak ingin anak – anak yang memiliki penderitaan yang sama dengan ku bernasib sama pula denganku, mereka seharusnya hidup bahagia tidak seperti aku yang tidak pernah merasakan kebahagiaan”.

Cloud hanya terdiam dan mengikuti apa yang diinginkan Jessie “Baiklah kalau begitu”. Jessie berjalan kearah lukisan yang berkiaskan tentang sebuah penderitaan yang dalam kemudian menekan lukisan tersebut dan terbukalah pintu rahasia yang berisi sebuah patung.

Jessie berkata pada Cloud “Hancurkan patung itu, di dalamnya terdapat dokumen aset keluargaku, dan berikan dokumen itu pada pengacara keluarga kami untuk diubah”. Tanpa basa – basi lagi, Cloud membanting patung tersebut dan muncullah dokumen tersebut.

Jessie berkata pada Cloud “Aku berterima kasih banyak padamu karena telah mau membantuku. Sampai jumpa, Cloud Dimitrian”. Kemudian Jessie menghilang untuk selamanya.

 

About Villam

Author of Akkadia: Gerbang Sungai Tigris, host & jury of Fantasy Fiesta, webmaster of Kastil Fantasi, storymaster of Estarath, bad dreamer and always a newbie writer
This entry was posted in Fantasy Fiesta 2012 and tagged , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Misteri Pembunuhan di Rumah Tua

  1. Voxa / El-Lydr says:

    Ok, saya pertamax! -w-
    Hm..
    Cuma mau bilang ceritanya terlalu memaksa, banyak hal-hal yang mengganjal.
    XDd

  2. frenco says:

    Naskahnya kurang rapi dalam hal EYD. Banyak nama tokoh atau negara yang disebutkan tidak ditulis dengan awalan huruf kapital.

    Kemudian, penggunaan tanda hubung yang keliru. Tanda hubung tidak boleh dispasi, harus ditulis lengket di antara kedua kata. Penulisan kalimat ulang harus didahului dengan koma sebelum tanda petik. Contohnya,

    Cloud melanjutkan, “Jessie hidup di rumah tersebut bersama dengan dua orang pembantunya . . .”

    Selain itu, kesalahan ketik banyak juga dijumpai.

    Kesalahan fatal lainnya juga ditemui dalam kalimat “mudah saja, pertama, kedai ini bernamakan Dream Rose, sama dengan singkatan dari lencana ini, . . .”

    Padahal, singkatan lencananya adalah DS bukan DR, kan!?

    Lalu, plotnya kurang mengandung misteri. Dalam cerita tidak dijelaskan pula bagaimana Cloud menangkap Mark. Tahu-tahu dalam salah satu dialog dengan arwah Jessie, ia bilang sudah memenjarakannya. Terakhir, arwah itu kan hanya berupa bayangan (bukan materi padat), kok bisa berpelukan layaknya 2 orang manusia?

    Segitu saja komentarnya, semoga tidak patah semangat untuk dapat menulis lebih baik ya :)

  3. FA Purawan says:

    Wah, Awan, selamat ceritanya sudah lolos seleksi FF 2012.

    Sayang aja, cerita ini masih perlu banyak sekali perbaikan. Kamu mencoba menuliskan sebuah kisah detektif, genre yang menurut gue paling sulit di antara genre yang ada. Karena, genre Detektif membutuhkan kemampuan permainan logika kelas tinggi.

    Kenapa? Karena dalam sebuah cerita detektif, semua hal sudah HARUS diset secara logis, bahkan sebelum cerita itu dituliskan. Hubungan sebab akibatnya, siapa bunuh siapa karena apa dengan cara apa dan menyamarkan pembunuhannya dengan cara bagaimana, itu sudah diskenariokan oleh pengarang. Lalu, saat cerita dituliskan, pengarang membolak-balik alur dan plot, agar data-data itu tidak mudah ditangkap oleh pembaca di awal cerita.

    Dan begitu misterinya dipaparkan, pembaca merasa terang dan jelas, seluruh susunan sebab akibat terasa logis.

    Persoalannya, kamu sendiri agaknya masih kesulitan untuk mempertahankan logika even dalam susunan yang basic, belum diputar-putar ala genre detektif. Kurasa, kalau kamu ingin serius di novel detektif, ini harus kamu perdalam dan kuasai.

    Contoh paling gampang, kita bicara latar belakang, misalnya. Sang tokoh yang kamu namai ala Gary Stu-ish dengan namamu sendiri (dalam bahasa inggris), kau sebutkan sebagai seorang Detektif ternama. For starter, Cloud ini kerja jadi private investigator atau di kepolisian? Settingnya mengindikasikan dia detektif swasta. Kalau swasta, mustinya ada trigger untuk dia mulai kerja, yaitu pesanan dari klien. Kalo ga ada yang mo bayar, lazimnya si detektif gak akan mau pegang kasus.

    Judul kasus: “kasus pembunuhan rumat tua”, kayaknya gak professional banget untuk seorang detektif ternama. Biasanya judul kasus itu sangat operasional dan teridentifikasi, misalnya” Kasus Pembunuhan Jessie Linehart, tanggal ….. di …… ”

    Dan bagaimana bisa dibilang kasus pembunuhan sementara mayatnya nggak ditemukan? Baru beberapa hari pula? Biasanya Polisi sendiri belum akan mengeluarkan kesimpulan atau statemen, sebelum barang bukti utama berupa mayat diketemukan dan diidentifikasi.

    Terus kasus yang baru beberapa hari, sudah disebut sebagai ‘kasus misterius’. Lazimnya, sebuah kasus baru dianggap misterius bila waktunya telah lama berselang dan tak seseorangpun mampu mengungkapnya hingga sekarang. Atau, kematiannya begitu heboh sehingga layak dikatakan misterius.

    Dan seterusnya…. cukup banyak logic hole dalam kasus kamu. Penyebabnya kurasa karena kamu memang belum menguasai teknis memainkan logika di dalam karangan.

    Sukses terus bro, silakan mampir di lapak nomor 81!

    Salam,

  4. Awan says:

    Wah… ternyata ada juga yang memperhatikan tulisan saya. Makasih banyak buat yang udah ngasih masukan banyak untuk cerpen ini. Saya akan terus berusaha supaya kedepannya bisa lebih baik lagi

    Thanks semua….

  5. katherin says:

    Secara plot ini OK.
    Sayang, narasi dan dialog kurang lancar.

    Mungkin kamu mencoba metode analisis dan deduksi ala Conan Doyle, tapi IMHO logika dari kedua proses yg kamu gunakan itu miss.
    Hasilnya adalah cerita detektif yg tidak meyakinkan.

    Good luck…

  6. Tulisanmu kaku dan berantakan. Ceritanya juga predictable dan kurang misteri. Benar kata Mas Pur, menulis cerita detektif membutuhkan kemampuan menyusun plot berlapis, meskipun dalam format cerpen. Aku pernah sekali nulis cerpen kriminal misteri, lalu ada novel juga, melelahkan nyusunnya. Well, menulis terus ya.

  7. gurugumawaru gurugumawaru says:

    saya agak angkat alis liat tokoh utamanya, tapi langsung lega liat nama tokoh selanjutnya bukan Tifa, Aeris, Vincent atau Yuffie :P

    cerita ini masih butuh banyak perbaikan, seperti yang udah dibahas banyak di atas. setelah benerin teknis (supaya enak dibaca), barulah benerin ceritanya. karena, yeah, ceritanya agak maksa. paling maksa di bagian Jessie tiba-tiba nembak Cloud. saya bener-bener melototin komputer dan tereak: whaaaaaaaaaaaaaatttt??

    tapi tetep semangat ya! ajang nulis kaya gini yang bikin skill nulis makin naik, karena banyak yang mengapresiasi cerita kita ^^ saran saya, banyak-banyak lah baca novel dan pelajari cara penulisannya.

    2,5 out of 5 ^^

    PS: mungkin nama tokonya diganti jadi Dream Sunflower kali ya, biar matching sama lencananya ;)

  8. Ayu nawang says:

    Cerpennya msh bnyak k’kurangan tp udah lumayn bguz koc. . .
    Saluut dch bwt awan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>